PEKANBARU – Wali Kota Pekanbaru Dr. Firdaus, S.T, M.T meresmikan Sistem Penyediaan Air Minum (SPAM) Pedesaan Padat Karya di Kelurahan Industri Tenayan, Kecamatan Tenayan Raya, Selasa (11/1). SPAM ini dibangun oleh kelompok masyarakat mandiri yang didanai oleh Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (Kemen PUPR).
Wali Kota Pekanbaru Dr. Firdaus, S.T, M.T usai peresmian SPAM mengatakan, SPAM ini menyediakan air bersih untuk masyarakat. Pembangunan SPAM ini menjadi prioritas bagi pemerintah.
“Karena, pembangunan SPAM ini ada kaitannya dengan sumber daya manusia yang unggul sehingga terwujud masyarakat yang sehat. Kesehatan itu sangat dipengaruhi oleh konsumsi air bersih,” ujarnya.
Kawasan RW 02, Kelurahan Industri Tenayan ini airnya merah karena lahannya gambut. Pemko Pekanbaru bekerja sama dengan Dirjen Permukiman dan Perumahan Kementerian PUPR dalam pembangunan SPAM ini.
“Kami mendapat tujuh lokasi untuk membuat SPAM Pedesaan ini. SPAM ini mengambil sumur air dalam. Kedalaman air sumur ini lebih dari 160 meter,” ungkap Wali kota, dikutip pekanbaru.go.id.
Dengan gaya gravitasi, sumber air muncul. Pembangunannya berupa pemberdayaan masyarakat. “Kemen PUPR membentuk kelompok masyarakat yang mandiri. Satu unit SPAM bernilai Rp360 juta,” ucap Wali kota.
Satu unit SPAM berkapasitas 2 liter per detik yang bisa mengaliri 60 rumah. Sementara, jumlah warga RW 02 hanya 45 Kepala Keluarga (KK). Kelebihan aliran air akan digunakan untuk usaha air kemasan. Keuntungan penjualan air kemasan digunakan untuk biaya operasional masjid paripurna.
Kesempatan yang sama, Ihsan, tokoh masyarakat RW 02 mengucapkan terima kasih kepada Wali kota yang telah meresmikan SPAM Padat Karya. Pasalnya, SPAM ini sangat dibutuhkan.
“Karena, kawasan ini merupakan lahan gambut dan airnya berwarna merah. Dengan adanya SPAM ini, tentu menjadi kegembiraan yang luar biasa. Ini adalah kado terindah dari Wali kota di akhir masa jabatannya,” ucapnya.
Warga RW 02 ini juga menjadi binaan dari PT PJB PLTU Tenayan. Melalui dana CSR PT PJB PLTU Tenayan, warga membentuk Kelompok Usaha Bersama (KUBE) Madu Jaya berkolaborasi dengan PT Mahakarya Berkah Madani (MBM) dalam peternakan lebah madu Kelancang.
“Setiap 4 bulan, kami mendapat keuntungan Rp400.000,” ujar Ihsan. (*/cr1)