Babel.Sin.co.id— Sebuah capaian yang mengejutkan sekaligus menggembirakan, ternyata di tahun 2024 lalu, rapor kinerja Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Provinsi Kepulauan Bangka Belitung (Babel) menduduki peringkat pertama dari perangkat daerah yang ada di Lingkungan.
Hal itu terungkap dalam sambutan sekaligus pemaparan yang disampaikan Kepala Biro Organisasi Sekretariat Daerah (Setda) Pemerintah Provinsi (Pemprov) Babel, Yudi Suhasri diwakili Kepala Bagian Reformasi Birokrasi dan Akuntabilitas Kinerja Biro Organisasi Setda Pemprov Babel, Yuniar Putia Rahma, saat pembinaan pembinaan mengenai penyelenggaraan pelayanan publik serta penguatan pembangunan menuju Zona Integritas (ZI) dan wilayah bebas dari korupsi, bersih serta melayani.
“Diskominfo merupakan salah satu dari 12 perangkat daerah yang kami loloskan berdasarkan hasil rapor kinerja terbaik. Bahkan, pada tahun 2024, rapor kinerja Diskominfo berhasil menduduki peringkat pertama. Kita ingin pencapaian ini dikemas dengan baik melalui pemenuhan Lembar Kerja Evaluasi (LKE) yang valid,” ujar Yuniar di Ruang Dancen, Kantor Diskominfo Babel, Rabu (24/6/2026).
Di waktu bersamaan, Ia mengapresiasi komitmen Dinas Kominfo Provinsi Babel untuk dapat terus meningkatkan kualitas pembangunan Zona Integritas menuju birokrasi yang semakin profesional, bersih dan melayani.
Yuniar menjelaskan, Biro Organisasi saat ini tengah menggalakkan inovasi “Gerbang ZI Babel” (Gerakan Bangun Zona Integritas) untuk mempercepat pemerataan ZI di seluruh OPD.
Selama ini, di Bangka Belitung baru Rumah Sakit Jiwa (RSJ) yang berhasil menyandang predikat Wilayah Bebas dari Korupsi (WBK). Melalui pembinaan berkala, Diskominfo ditargetkan menjadi unit kerja selanjutnya yang meraih predikat tersebut.
Pemenuhan target ada di enam area perubahan yakni manajemen perubahan, penataan tata laksana, penataan sistem manajemen sumber daya manusia, penguatan akuntabilitas, penguatan pengawasan, hingga peningkatan kualitas pelayanan publik.
Walaupun dia menyampaikan butuh persiapan yang matang dalam pemenuhan indikator agar nilai yang diperoleh optimal, Yuniar menyampaikan bahwa Zona Integritas bukanlah pemenuhan administrasi semata, melainkan sebuah proses pembentukan budaya kerja (habit) yang konsisten.
“Pembangunan ZI ini tidak bisa instan. Karena SK Tim baru dibentuk bulan Juni ini, maka proses pembangunan, implementasi enam area perubahan, SOP, hingga survei kepuasan masyarakat harus direkam dan dijalankan secara konsisten selama satu tahun penuh. Tim Internal (TPI) dan Inspektorat baru akan melakukan penilaian formal pada Juni 2027 mendatang,” jelas Yuniar.
Dia meminta agar seluruh anggota tim yang terbagi dalam 6 area perubahan, mulai dari manajemen perubahan hingga peningkatan kualitas pelayanan publik dapat bersinergi dan bekerja kolektif melibatkan seluruh bidang dan sekretariat.
Sementara, Plt. Kepala Diskominfo Babel, Eko Sentosa menyampaikan apresiasi kepada Biro Organisasi Setda Provinsi Babel yang melakukan pendampingan dalam proses pembangunan Zona Integritas.
Disebutkan Eko, sehari sebelumnya, tepatnya Selasa (23/6/2026), Diskominfo Babel telah melaksanakan rapat pembentukan Tim Kerja ZI internal Diskominfo.
Pembentukan Tim Kerja ZI, dijelaskannya, merupakan bagian dari upaya mendukung visi dan misi Gubernur Babel, Hidayat Arsani, dalam menciptakan birokrasi yang bersih, melayani, serta menjalankan reformasi birokrasi secara terukur dan akuntabel.
“Pembentukan tim pembangunan zona integritas Dinas Kominfo Babel sebagai bagian dari visi misi Gubernur, dalam menciptakan wilayah bebas korupsi dan menciptakan birokrasi bersih dan melayani melalui penciptaan dan reformasi birokrasi yang terukur dan akuntabel,” ungkap Eko.
Seluruh tim kerja, diharapkannya, harus memiliki pemahaman yang selaras dalam menjalankan peran dan fungsi masing-masing, sekaligus memperkuat sinergi dalam mewujudkan tata kelola pemerintahan yang bersih, transparan dan akuntabel.
Bimbingan teknis yang dipandu langsung oleh Tim dari Biro Organisasi yang juga diikuti para Pejabat Adminitrator dan Pengawas Diskominfo Babel tersebut berjalan interaktif, di mana para anggota tim mulai memetakan rencana aksi, penyusunan matriks kegiatan, serta penyiapan evidence (bukti dukung) guna memastikan tata kelola Diskominfo Babel yang bersih, akuntabel, bebas KKN, dan prima dalam pelayanan publik.











